Apa yang Menarik dari Pameran Nandur Srawung #10?


Lebaran seni rupa di Yogyakarta memang selalu meriah. Setelah ArtJog, saya tentu tidak melewatkan Nandur Srawung (NS). Tahun ini, NS X merayakan satu dekade usianya. Wah, ternyata saya termasuk setia menghadiri pameran NS. Saya bahkan selalu menontonnya sejak 2015 silam. Time flies, ya!


NS X membawa tema Habitat: Lokacarita. Mengutip siaran press yang mereka rilis, berikut makna tema yang dipilih. 

Habitat adalah lingkungan tempat tinggal atau hidup dari suatu organisme atau populasi organisme tertentu. Konsep loka merujuk pada tempat atau lokasi tertentu dalam kebudayaan atau masyarakat tertentu. Carita adalah salah satu bentuk sastra lisan tradisional Indonesia yang berasal dari masyarakat Jawa. Istilah “carita” berasal dari bahasa Jawa yang berarti cerita atau kisah.

Isu lokal memang selalu menarik, terutama untuk saya pribadi. Pameran NS X juga tidak mengecewakan. Mereka tawarkan konsep baru dari segi pembagian ruang pamer. Hal ini jadi sorotan utama saya di pameran NS X sebab sebagai pengunjung, hal itu memberikan pengalaman baru yang cukup menarik. 

Ruang pamer NS X dibagi menjadi 6 kelompok tema yaitu spiritualitas, lingkungan (ekologi), identitas & inklusivitas, aktivisme, teknologi, dan kesadaran sejarah (literasi). Mereka juga bekerja sama dengan Exibition Designer, Zulfian Amrullah, untuk penataan ruang pamer. Zulfian juga berperan sebagai seniman yang merancang karya fasad berupa air terjun di bagian depan galeri. 

Saya pribadi cukup senang dengan pembagian kelompok tema ini. Sebagai pengunjung, rasanya cukup terbantu dengan sistematisasi yang diberikan. Selain itu, saya merasa mengunjungi 6 pameran yang berbeda sebab tiap ruang kelompok tema menawarkan nuansa yang sangat jauh berbeda. Bayangkan, saya sedang berada di area aktivisme dengan karya-karya bernuansa perlawanan, lalu bergeser ke area spiritualitas. Kaget banget, lho! 

Mendadak lampu ruangan jadi lebih redup, bau dupa menyebar, karya-karya yang hadir pun cukup mewakili area spiritualitas. Menarik dan menyenangkan. Nonton pameran NS X saya merasa tidak bosan dan jadi menebak tebak, "ada apa di area selanjutnya, ya?" 

Sayangnya, ternyata sistem semacam ini belum bisa disebut sempurna. NS X perlu mengevaluasi sebab penggolongan kelompok tema karya ini serasa mengotak-kotakan seniman. Barangkali hanya kebetulan saja, karya-karya seniman di bagian awal hingga tengah terasa sepi. 





Lalu mulai area Ekologi, karya terasa mencolok dengan aneka instalasi warna-warni yang kompleks. Saat bergeser ke area terakhir yaitu Teknologi, makin pusing kepala ini. Banyak instalasi di area ini yang mengeluarkan suara dan visual sehingga terasa sangat ramai. Selain itu, saya juga jadi kurang maksimal menikmati satu karya karena terganggu suara dari karya lain yang berdekatan. 

Ibaratnya, setelah berkunjung ke perpustakaan yang hening dan sunyi, tiba-tiba saya dilempar ke pasar pukul 6 pagi. Ramai betul. 

Meski begitu, upaya NS X dalam menghadirkan ruang pamer yang inovatif ini tentu perlu diacungi jempol. Saya senang sekali berkunjung ke pameran NS X, kalian juga harus datang. Biaya masuknya GRATIS.

Selain pameran, NS X juga menghadirkan berbagai program lain yang masih berhubungan dengan tema besar mereka Habitat: Lokacarita. Ada Nandur Gawe yang merupakan program residensi seniman di lima titik lokasi DIY. Ada Srawung Sinau sebagai program edukasi pra acara. Srawung Sinau hadir dalam bentuk lokakarya bersama para praktisi dari pegiat kesenian. 

Ada berbagai program harian juga yaitu bursa seni, kunjungan ke situs residensi (Srawung Moro), wicara seni (Nandur Kawruh), tur kuratorial, aktivasi karya seni, panggung srawung, dan lainnya. 

Informasi lebih lanjut terkait NS bisa dilihat di Instagram @nandursrawung

Catat Tanggal Pentingnya!

Pra-Acara : Juli 2023
Pameran NS X: 15-28 Agustus 2023
Pembukaan Pameran : 15 Agustus 2023, 19.00-22.00 WIB
Operasional : 16-28 Agustus 2023, 11.00-21.00 WIB
Lokasi : Taman Budaya Yogyakarta

Kalau belum sempat berkunjung di tahun ini, kamu bisa datang di Nandur Srawung 2024. Agendakan, ya!

Komentar

  1. Halo, Anyelir! Kunjungan balik ke sini dan salam kenal 😆. Jogja dan seni rupa semacam susah dipisahkan ya. Sering banget aku lihat foto atau video barang/lokasi yang artistik dan biasanya berada di Jogja. Pasti menyenangkan sekali tinggal di Jogja 😆. Semoga suatu saat aku bisa mampir ke sana 🥺

    Btw, aku juga seorang pembaca!~ senang sekali bisa bertemu dengan sesama pembaca di dunia blog ini 🥺❤️. Apa genre kesukaanmu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Lia. Uwww senangnya dikunjungi. Iya buanyaaak bgt acara seni-seni di Jogja bahkan kadang sampai bosen saking banyaknya. Main-mainlah kalau ada waktu.

      Aku suka buku fiksi. Tapi tetep baca nonfiksi juga sih walau nggak sering. Genre kesukaanku tergantung mood hahahaha. Karena muncul pertanyaan itu, mungkin kalau kupikir-pikir aku suka yang realisme magis terus yang agak suram gitu suasana penceritaannya. Aku juga suka yang romance gemas-gemas hangat di hati. Nah, tuh, bingung kan ehehe.

      Sekarang-sekarang ini aku lagi suka bacain buku cerita anak sama nyoba baca-baca karya penulis Korea.

      Kamu sukanya apa? Lagi baca buku apa nih sekarang?

      Hapus
    2. Hai, Anyelir! Eh, benar kah aku panggilnya Anyelir? Atau ada panggilan lain? 🙈 Pengin sih ke Jogja, semoga kesampaian deh main ke sana 🙈

      Aku juga lebih sering baca fiksi~ suka yang dark juga yang endingnya menyayat hati wkwk, misteri, thriller, romance kadang baca juga kalau lagi butuh yang ringan 🤣. Bacaan lain yang lagi populer kadang aku baca juga karena penasaran wkwk

      Sekarang lagi baca Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut. Kamu lagi baca apa?

      Hapus
    3. Hehehehe. Aku sebenarnya ingin menyamar dan menyembunyikan identitas, tapi setelah kupikir-pikir too much effort deh. Dan jadi misterius ternyata nggak segampang yg kubayangkan. Jadi mari kenalan. Namaku Ucig, tapi kalau mau tetep dipanggil Anyelir juga gapapa wkwkwkwkkw

      Wah kayaknya bukunya seru deh itu, aku sempet lihat sinopsisnya. Aku lagi baca Parade Hantu di Siang Bolong.

      Hapus
    4. Haiii! Maafkan aku baru balas >.< kalau begitu aku akan panggil Ucig! Soalnya lebih lucu(?) 🙈 salam kenal ya, Ucig!~

      Hapus

Posting Komentar